TANGERANG-LINGKARDESA.COM
Proyek pembangunan Gedung Arsip dan renovasi di Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang, kembali menjadi sorotan kontrol sosial. Nilai anggarannya cukup besar, Rp489.450.000, namun pelaksanaannya menimbulkan banyak pertanyaan.
Proyek tersebut bersumber dari Dinas Tata Ruang dan Bangunan Kabupaten Tangerang. Berdasarkan papan proyek, kegiatannya meliputi pembangunan gedung arsip dan renovasi.
Namun di lapangan, tim media dan lembaga pemantau menemukan kejanggalan. Gedung arsip yang dibangun berukuran hanya sekitar 50 m2. Sementara pekerjaan "renovasi" yang tercantum belum terlihat sama sekali.
*Kecamatan Angkat Tangan*
Saat diklarifikasi, pihak Kecamatan Sukamulya mengaku tidak memiliki dokumen apapun terkait proyek tersebut.
"Kami tidak bisa memberikan jawaban terkait proyek pembangunan Gedung Arsip dan renovasi ini karena kami tidak mendapat salinan RAB. Kami hanya diminta menunjukkan lokasi untuk proyeknya saja," ujar Kasi Pembangunan Kecamatan Sukamulya.
Hal senada disampaikan Sekretaris Kecamatan Sukamulya. Ia mengaku hingga pembangunan dimulai, pihak kontraktor belum sekalipun bersilaturahmi atau melapor ke kantor kecamatan.
"Sampai dimulainya pembangunan saya belum ketemu sama pihak kontraktornya," jelas Sekcam.
Kondisi ini dinilai ironis. Proyek yang berlokasi dan menggunakan fasilitas di wilayah kecamatan, justru pelaksanaannya tanpa sepengetahuan dan pelibatan pemerintah kecamatan. Pihak kecamatan pun menganjurkan awak media untuk langsung bertanya ke DTRB.
*Diduga Ada Mark-up*
Menyikapi hal ini, sejumlah awak media menilai jika anggaran Rp489.450.000 hanya untuk membangun gedung 50 m2, maka angkanya tidak wajar dan memunculkan dugaan mark-up.
"Angka segitu untuk 50 meter persegi itu luar biasa. Publik berhak tahu rinciannya," kata salah satu pemantau.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak media belum berhasil menghubungi kontraktor pelaksana untuk dimintai keterangan. Tim media menyatakan akan terus menelusuri proyek ini agar tidak menimbulkan dugaan penyalahgunaan anggaran, mengingat seluruh dana pembangunan berasal dari pajak rakyat.(Red-Lingkardesa.com)




